Perubahan Epidermis Mencit C3H akibat Paparan 1 – Chloro- 2,4- Dinitrobenzene (DNCB) dan TER

Tahun 2001 Volume 36 Nomor 4
Oleh : Ika Pawitra Miranti

Latar Belakang : Berbagai penelitian menunjukkan bahwa DNCB (Chloro- 2,4- Dinitrobenzene) merupakan hapten kuat yang dapat menimbulkan respon imun seluler .DNCB mangandung unsur benzene sehingga menimbulkan asumsi bahwa DNCB merupakan bahan karsinogenik yang dapat menimbulkan perubahan epidermis ke arah kanker kulit . Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perubahan epidermis akibat paparan DNCB dan ter.
 
Metode : Dengan metode post test only randomized controlled .group design . 36 mencit C3H dikelompokkan menjadi 3 kelompok perlakuan dan satu kelompok kontrol. Kelompok perlakuan diberi 3 perlakuan berbeda yaitu : DNCB 10µg dalam aseton Ter dan campuran DNCB –Ter pada kulit punggung seluas 1,5 x 1.5 cm² DNCB diteteskan sebelum pemberian Ter. Olesan Ter dilakukan sehari selama 5 bulan pada daerah tetesan DNCB . Pada akhir perlakuan kuliy punggung dipotong dan dibagi menjadi 4 bagian yang sama kemudian diproses menjadi jaringan dalam blok parafin sehingga terkumpul 128 blok parafin. Setiap blok dipotong dan diwarnai dengan Hematoksilin –Eosin untuk melihat perubahan epidermis masing masing kelompok yang dinyatakan dalam skor . Analisis data memekai uji normalitas Kolmogorov –Sminorv Goodness of fit test, Uji beda Kruskall – Wallis dan Mann-Whitney
 
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan rata rata skor perubahan epidermis pada 3 kelompok perlakuan tidak berbeda bermakna yaitu : Hiperplasia ringan . Distribusi frekuensi skor perubahan epidermis menunjukkan displasia ringan terjadi pada ketiga kelompok sedangkan displasia berat hanya terjadi pada kelompok Ter dan campuran DNCB –Ter Persentase terjadinya displasia pada kelompok campuran BNCB –Ter lebih rendah dibanding kelompok Ter saja. Resiko terjadinya displasia secara umum pada kelompok DNCB dan kelompok DNCB-Ter lebih rendah dibanding kelompok Ter.
 
Kesimpulan : DNCB dapat menyebabkan perubahan epidermis ke aarah kanker kulit akan tetapi resiko terjadinya perubahan tersebut lebih kecil dibanding Ter. Perlu penelitian lanjutan untuk menentukan dosis DNCB yang tepat dan aman untuk dipakai sebagai terapi pencegahan kanker kulit.

Background : Many studies showed that DNCB ((Chloro- 2,4- Dinitrobenzene) ia a strong hapten which can induce seluler immune respons though topically application . In cancer DNCB was used as a parameter of celular immune defiency. Meanvile DNCB was assumed to be carsinogenic due to its benzene- content. Based on hour preliminary study, we are going to study the differences of epidermal changes between DNCB and tar.
 
Methods : Using the posttes-only raandomized controlled group design, each of 3 experimental group of mice was aplied with DNCB and Tar group DNCB was applied as a pre –treatment. folowed by Tar once daily for 4 months.At the end of the experiment ,the skin was cut and divided equally into 4 pieces and posesed as a parafin –embedded tisue.Totaly there were 128 paraffin block ready to be stained with Hematoxyllin-Eosin.The epidermal changes were estimated in score and tested using Kolmogorov-Smirnov- Goodness of Fit Test,Kruskal-Wallis and Mann-Whitney test.
 
Result : The study showed that the mean score of epidermal changes of those three experimental group were unsignificantly differnt (mild hyperplasia) .The distribution of the score showed that mild dysplasia was oc urred on those three group ,but severe dysplasia occurred on the Tar only group and the DNCB Tar group .The risk of dysplasia in general of DNCB –Only and the DNCB –Tar groups were lower than Tar only group
 
Conclusion: We conclude that the carcinogenic risk of DNCB is lowerr than Tar. Further studies has to be done to determine the prevention done of DNCB on skin cancer