Randomized Controlled Trial Comparing Propanolol Plus Isosorbide – 5 – Mononitrate vs Scierotherapy in The Prevention of Variceal Rebleeding

Tahun 2000 Volume 35 Nomor 1
Oleh : Hirlan and Isa A,R

Latar belakang: Kira-kira 70% pasien yang selamat dan episode akut perdarahan varises akan mengalami perdarahan ulang dalam 1 tahun pertama setelah itu. Pengobatan dengan propanolol (P) secara terus menerus akan dapat mengurangi kecenderungan perdarahan ulang secara bermakna . Penambahan isosorbid-5-mononirrat (ISMN) pada P akan menambah dalam penurunan tekanan portal sehingga dapat meningkatkan efIkasi bila dibandingkan dengan P saja. Penelitian ini bertujuan untuk menilai apakah pengobatan kombinasi P+ISMN sama efektifnya dengan skleroterapi endoskopi (STE) dalam mencegah perdarahan ulang varises esofagus pada pasien sirosis hati.
 
Pasien dan Metoda:
Metoda yang digunakan adalah ‘randomized controlled trial’. Pasien dengan sirosis hati yang dirawat di RSUP Dr. Kariadi karena perdarahan varises yang kemudian dapat dihentikan dengan terapi medik dapat dimasukkan dalam penelitian ini Randomisasi dikerjakan pada hari ke-3 setelah perdarahan dapat dihentikan.

Hasil: Seluruhnya didapatkan 116 pasien yang dirandom menjadi kelompok P- (‘58 pasien) dan STE (‘58 pasien). Evaluasi dilakukan selama 1 tahun setelah randomisasi. Lima puluh dua pasien (89%) dan kelornpok P+ISMN dapat dievaluasi lengkap, sedangkan dan kelompok STE 47 pasien (81%). Perdarahan ulang terjadi pada 16 pasien (30,7%,) dan kelompok P+ISMN dan /5 pasien (319%,) dart kelompok STE. Tidak ada efek samping yang berarti dalam penelitian ini
 
Kesimpulan: Mengingat efek samping pengobatan dengan kombinasi P÷JS,4 yang ringan dan eversibel, sedangkan efektivitasnya yang tidak berbeda dengan STE kiranya kombinasi tersebut dapat dip ikirkan sebagai cara terpilih bila karena berbagai hal STE tidak dapat dilakukan.

Background: Up to 70% patients surviving acute variceal bleeding will rebleed within 1 year. Continued propanolol (P) therapy an effective medical treatment in preventing variceal rebleeding. The adding of isosorbide-5-mononitrate (ISMN) to P therapy ‘nhances the fall in portal pressure and may increase clinical efficacy. The efficacy of P plus ISMN therapy in preventing variceal ebleeding compared with endoscopic scierotherapy (EST) was evaluated in this randomized controlled trial.

Patient and Method: Patients with liver cirrhosis admitted to the department of internal medicine of Dr. Kariadi hospital because variceal bleeding in whom the bleeding was controlled by medical therapy, were eligible for study. Random a/location was done day 3 of bleeding free period.
 
Result: One hundred and sixteen patients were randomly to receive continued P plus ISMN or EST. Each group consist of patients. Complete evaluation was applied in 52 patients of P plus ISMN group (89.65%) and in 47 patients of EST group (81.03%). Reb/eeding occured in 31.91% (/5 patients) of EST group and in 30.77% (16 patients) of P plus ISMN group. No statistical difference exist among both groups (p> 0.50). The mortality rate at 1 year observation were 27.65% of EST group and 28.84% plus ISMN group. Normal or side effect of P plus ISMN therapy was seen in this study.
 
Conclusion: Considering that side-effects of continued P plus ISMN therapy were unconnnon and reversible, this combination be suggested as the first line treatment in the prevention of variceal rebleeding when EST can not been done because of some reasons.