Efikasi Strain Lokal Bacillus Thuringiensis H-14 yang Ditumbuhkan dalam Media Air Kelapa terhadap Jentik Anopheles spp di Desa Pabelan, Kabupaten Semarang

Tahun 2000 Volume 35 Nomor 1
Oleh : Blondine Ch. P, Widyastuti U dan Yusniar A

Penelitian uji efikasi strain lokal Bacillus rhuringiensis H-14 yang ditumbuhkan dalam media air kelapa dan ,media pembanding Ttyptose Posphate Broth (TPB) terhadapjentik nyamuk vektor malaria telah dilakukan di laboratorium Stasiun Penelitian Vektor Penyakit Salatiga dan pada kobakan-kobakan sawah milik penduduk desa Pabelan, Kabupaten Semarang . Uji efikasi starin lokal B. thuringiensis H-14 yang ditumbuhkan dalam air kelapa dan TPB terhadap jentik Anopheles aconitus di laboratorium dilakukan menurut prosedur WHO (1989) dan dimaksudkan untuk menentukan nilai LC50 dan LC90 yang dihitung dengan analisis Probit. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa LC50 dan LC90 yang dibutuhkan unluk membunuh 50% dan 90%jentik Anopheles spp pada media air kelapa sebesar 0,04 ml/100 ml dan 0,15 ml/100 ml pada 24 jam pengujian dan 0,01 ml/100 ml dan 0,04 ml/100 ml selama 48 jam pengujian. Pada media TPB sebesar 0,05 mI/100 ml (LC50 dan 0,02 ml/100 ml masing-masing pada 24 jam pengujian serta 0,02 mI/I 00 ml dan 0,10 ml/100 ml pada 48 jam pengujian. Efikasi strain lokal B. thuringiensis H- 14 yang dirumbuhkan dalam media air kelapa terhadap jentik Anopheles spp pada kobakan-kobakan sawah dapat dipertahankan lebih dan 50% selama 4 haripada dosis aplikasi 0,15 ml/lOO ml (LC90 Ejikasi strain lokal yang ditumbuhkan pada media pembanding TPB terhadapjentik Anopheles spp dosis 0,20 ml//00 ml dapat dipertahankan lebih dari 50% selama 3 hari. Strain lokal B. thuringiensis H-14 dapat membunuh jentik Anopheles spp.

An investigation was conducted to determine the efficacy of Bacillus thuringiensis 11-14 local strain grown in coconut water and Tryptose Phosphate Broth (TPB) chemical media (standard media). The two media were tested against the malaria vector larvae in the Vector Control Research Station Laboratorium and in ricefield ponds, Pabelan village, Semarang regency. The efficacy test of B. thuringiensis H-14 local strain grown in coconut water and TPB against Anopheles aconitus larvae in the laboratorium was done according to WHO procedure. This was conducted to determine the LC50 and LC90which is counted according to the probit analysis. Laboratory lest in coconut water media revealed an LC50 and LC90 of respectively 0,04 mI/I 00 ml 0,15 ml/100 ml at 24 hours exposure and of 0,01 ml/100 ml and 0,04 ml/100 at 48 hours exposure. In TPB media revealed an LC50 and LC90 of respectively 0,05 ml/100 ml and 0,02 ml/100 ml at 24 hours exposure and of 0,02 ml/100 ml and 0,10 ml/100 ml at 48 hours exposure. The efficacy of B. thuringiensis H-14 local strain cultured in coconut water media against Anopheles spp larvae at ricefield ponds, showed a mortality of more than 50% for 4 days at the 0,15 ml/100 ml (LC90) aplication dosage. However B. thuringiensis H-14 cultured in TPB media against Anopheles spp larvae at a dosage of 0,20 ml/100 ml showed a mortality of more than 50% for 3 days. Bacillus thuringiensis H-14 local strain has a potential to killAnopheles spp larvae.