Beberapa Faktor Risiko untuk Kejadian Retinopati Diabetika pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 di RSUP Dr. Kariadi Semarang

Tahun 2000 Volume 35 Nomor 2
Oleh : Wilardjo

Tujuan: Mengidentifikasi umur saat diagnosis pertama kali, tingkat pendidikan serta lamanya menderita diabetes mellitus sebagai faktor risiko untuk terjadinya retinopali. Pasien dan cara kerja: Dilakukan penelitian belah lintang berbasis rumah sakit di poliklinik penyakit Dalam RSUP Dr . Kariadi Semarang antara Juli 1979-Mei 1999. Penderita yang minimal melakukan kontrol 4 kali dalam setahun tanpa komplikasi lain selama retinopati, disertakan dalam penelitian. Apabila penderita menggunakan jamu tradisional untuk diabetes mellitus dan ada riwayat keluarga. dikeluarkan dan sampel.
 
Hasil:
Dan 371 penderita yang diteliti, yang mempunyai retinopati sebanyak 241 penderita. Tingkat pendidikan dasar ke bawah merupakan faktor risiko yang bermakna untuk kejadian retinopali diabetika. Tingkat pendidikan dasar ke bawah mempunyai risiko prevalensi 1,4 kali lebih besar untuk mendapatkan retinopati diabetika dibandingkan tingkat pendidikan menengah ke atas. Sedang kan usia saat diagnosis pertama kali serta lamanya sakit mempunyai risiko prevalensi 0,997 dan 0,843. Peneliti belum dapat mengatakan usia >40 lahun saat diagnosis pertama kali serta sakit yang sudah berlangsung >10 tahun sebagaifaktor protektif karena di samping tidak didukung hasil penal itian lain, juga belum dikoreksi dengan kadar gula, kolesterol ataupun tekanan darah. Kesimpulan: Rendahnya tingkat pendidikan ternyata merupakan fakior risiko untuk terjadinya rerinopati diabetika, semenara usia>40 tahun saat pertama kali didiagnosis menderita diabetes mellitus serla lama menderita yang >10 tahun sebagai faktor protekt masih diragukan perannya.

Objective: To identify, the age of the first diagnosis of diabetes, educational status and duration of being diabetics as a risk factor for diabetic retinopathy. Material and methode: Cross sectional study of diabetics retinopathy risk factors from NIDDM out-patients department of internal Medicine Dr. Kariadi Hospital, from July 1977 to May 1999 was done. The risk factors under study were the age offirsi diagnosis, educational status and the duration of the disease. The patients who had a history of inherritance and taken a traditional medicine were excluded from the study.
 
Results:
A total of 371 patients were recruitted for the study, consisted of 24/ patients (64.9%) with retinopathy and /30 patients (35.1%) without retinopathy. A low level of educational status was sign shows as risk factor for diabetic retinopathy. Low level of education has prevalene of 1.4 greater than medium to high level of education to have diabetic retinopathy. While age of the first diagnosis of diabetes and duration of diabetes has a prevalence of 0. 697 and 0.843 respectively; in term of without correction by either glycaemic control, hyperlipidemia or high blood pressure. So the age of 40 years old age or over when the first diagnosis was made and duration of diabetes >10 years shows as protective factors are still in doubt.
 
Conclusions: The educational status can represent a risk factor for diabetic retinopathy, while age of the first diagnosis and duration of diabetics wether represent as protective factor are still in doubt.