The role of cytokines in Atopic Dermatitis (AD): An approach for emerging therapy

Tahun 2000 Volume 35 Nomor 2
Oleh : Kabulrachman

Latar belakang : Dermatitis Atopik (DA) merupakan suatu penyakit kulit yang bersifat khronik, eksematos dan pada beberapa dekade terakhir ini prevalensi terus meningkat. Patogenesis yang pasti dan DA masih membingungkan dan diasumsikan bahwa DA terjadi sebagai akibat disregulasi imun sedangkan sitokin dikatakan memegang peranan penting pada imunitas seluler maupun humoral dan dijadikan dasar terapi inovatif

Tujuan penulisan :
Untuk mengetahui beberapa hasil terapi inovative yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti yang memanfaat kan peran dan sitokin pada Dermatitis Atopik

Metode : Telah dilakukan penelusuran beberapa artikel ilmiah yang telah dipublikasikan yang berkaitan dengan peran sitokin . Kesimpulan. Modulasi terhadap sistem imun merupakan salah satu pendekatan yang menarik pada teraphi penderita DA, dengan menstimulasi produksi IFN-ganima dan menekan produksi JL-4. Namun masih diperlukan pengetahuan yang lebih baik dan peran sitokin yang sangat kompleks.

Background : A topic Dermatitis (AD) is a common, chronic, eczematous skin disease and the prevalence has increased during the past several decades. The exact pathogenesis of AD is still remain enigmatic, it may assumed as being the result of immune dys regulation, while cytokines may play a crucial role in either humoral or cell mediated immunity

Objective Objective of the paper is to know some efforts done by several investigators producing innovative therapy based on the role of cytokines in A topic Dermatitis.

Methode :  A review of several pub! ished related to AD, especially concerning the emerging therapy has been conducted, Conclusion. Modulation of immune system is an attractive approach in the treatment of DA, by stimulating IFN-r production and suppressing the production of 1L-4. Much needs to be elucidated with regard to understanding of the complex cytokine interactions in order to obtain a better insight into the role of these mediators in the pathogenesis of disease and use them more efficiently therapy