Peranan Konsumsi Ikan Dalam Kecukupan Gizi dan Pencegahan Penyakit Bayi dan Balita (Studi Kasus di Daerah Rob Semarang Utara)

Tahun 2000 Volume 35 Nomor 3
Oleh : SA Nugraheni

Tujuan: Tujuan dan penelitian ini adalah untuk meengetahui seberapa jauh peranan konsumsi ikan dalam kecukupan gizi dan pencegahan penyakit bayi dan balita pada keluarga di daerah pantai yang digenangi rob.

Metodologi:
Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional . tetapi khusus untuk pola konsumsi dan penyakit dilakukan wawancara retrospektif Penelitian yang dilaksanakan merupakan gabungan penelitian kualitatif dan kuantitat Lokasi di Kecamatan Semarang Utara Kotamadya Semarang Jawa Tengah. Populasi penelitian adalah bayi dan balita dengan usia antara 0 sampai 5 tahun. Sampel dipilih secara purposif sehanyak 75 dan sebagai responden adalah ibu. Alat yang dipergunakan adalah: kuesioner, KMS. drafi food frequency’dan food model.

Hasil:
Tingkat konsumsi ikan rata-rata bayi dan balita dalam seminggu adalah tiga kali. Tingkat kecukupan kalori bayi dan balita rata-rata adalah 87,3% dan tingkat kecukupan protein rata-rata 85,2%. 2,7% bayi dan balita masuk dalam status gizi buruk, 13,3% kurang, 25,3% sedang dan 58,7% gizi baik Dalam dua bulan terakhir ada 28% bayi dan balita yang sering menderita sakit dan 33,3% dalam satu tahun ini. Pendapatan perkapita rata-rata adalah Rp 110.000, – dan 50,7% keluarga tergolong miskin. 70,7% lingkungan responden masih kurang bersih. Tingkat pengetahuan ibu tent ang konsumsi ikan 49,3% masih kurang dan sangat kurang.

Kesimpulan:
Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara jumlah anggota keluarga dan pengetahuan ibu tentang ikan dengan tingkat konsumsi ikan. Ada hubungan yang signifikan antara tingkat konsumsi ikan dengan tingkat kecukupan dan status gizi serta ada hubungan antara tingkat kebersihan lingkungan dengan status gizi.

Saran: Diharapkan ada penelitian yang lebih mendalam tentang pencarian data angka kesakitan digabungkan dengan kondisi lingkungan dan tingkat kecukupan, sehingga dapat dianalisis dengan lebih baik untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Objectives: The objective of this study was to know the role of .fish consumption on nutritional adequacy and under five years old disease prevention on the coastal family
Methods: it was the cross sectional study, however the consumption and disease pattern were callected retrospectively. The research was done by both qualitative and quantitative design. Location of study was on North part of Semarang, Central Java and population was the baby and under five y. o. children. 75 sample had been taken and the respondents were all mothers of those children, instruments of the research were questionnaire, weight scale, KMS, draft of food frequency, food model and food scale.
Result: The average of fish consumption frequency was three times a week. The averages of calorie and protein adequacy were 87,3% and 85,2%. About 16% children were under nutrition, 25,3% moderate and 58.7% good nutrition. On the last two months there were 28% sick children and 33,3% on the last year. The average of capital income was Rp 110.000,- /month the poor families were 50,7%, 70,7% family were on the undercontrol environment, and 49,3% respondents were on the under knowledge offish con sumption.
Conclutions: Statistical trials found there were significant correlations between family number and mother ‘s knowledge with the fish consumption level. There were sign correlations about the fish consumption level with the consumption adequate and nutrition status. There was correlation between environment level and nutrition status too. But there were no correlation between anot her factors.