Profil Lipid dan Ketebalan Dinding Arteri Abdominalis Tikus Wistar pada Injeksi Inisial Adrenalin Intra Vena (IV) dan Diet Kuning Telur ‘Intermitten’ (Penelitian Pendahuluan)

Tahun 2000 Volume 35 Nomor 3
Oleh : Awal Prasetyo, Udadi Sadhana, Ika Pawitra Miranti

Latar Belakang: Beberapa penelitian untuk membuat model aterosklerosis pada binatang telah dilakukan, nannin umumnya lebih sukar dan mahal. Peneliti membuat model binatang yang mengalami aterosklerosis dengan menggunakan injeksi adrenalin dan diet kuning telur ‘intermitten’ . Pemakaian adrenalin dan diet kuning telur secara empiris rnerupakan gambaran kondisi manusia yang mengalami stres dan berdiet tinggi kolesterol. Penelitian ini bertujuan mengukur kadar profil lipid dan ketebalan dinding arteri abdominalis, dan diharapkan dapat bermanfaat untuk pengembangan penelitian tentang aterosklerosis pada binatang.

Metode:
Penelitian ini adalah penelitian pendahuluan eksperimental laboratorik dengan desain ‘Randomized Post-test Control Group’. Enambelas tikus Wistar, dibagi secara acak menjadi empat kelompok. Kelompok I kontrol, Kelompok II diberi diet kuning lelur 10 gram intermittten’ mulai hari ke-2, 4, 6 dan seterusnya sampai hari ke-30. Kelompok III diinjeksi inisial 0, 1 ml adrenalin bitatras I. V pada hari ke-l. Kelompok IV diinjeksi inisial 0,1 ml adrenalin hitatras IV pada hari ke-J, dilanjutkan dengan diet kuning telur ‘intermitten’ pada hari ke-2. 4, 6 dan seterusnya sampai dengan hari ke-30. Pada hari ke-7, 15, 23 dan 31, tiap kelompok diambil satu tikus secara acak, untuk dilakukan pemeriksaan kadar profil lipid (kolesterol total, LDL, HDL dan trigliserid) serum dan pengukuran ketebalan arteri abdominalis di Laboratoriuni Biokimia dan Patologi Anatomi FK-Undip.

Hasil: Kadar profil lipid tikus kelompok III nzeningkat dua kali lipat dibanding kontrol, pada hari ke- 7, 15, 23 dan 31. Peningkatan kadar LDL hanya sekitar 30% sampai 50%. Kadar trigliserid pada hari ke- 7, /5 dan 23 meningkat hampir dua kali lipat, bahkan pada hari ke-31 hampir dua setengah kali lipat. Pada kelompok IL kadar kolesterol total dan trigliserid meningkat dua kali lipat dibanding kontrol. Kadar HDL meningkat antara 2% sampai 50%, sedangkan peningkatan kadar LDL hanya sekitar 1%. Ketebalan dinding arteri abdominalis kelompok IV memperlihalkan peningkatan yang paling besar dibanding kelompok lain.

Kesimpulan:
Injeksi adrenalin hitatras I. V menyebabkan peningkatan paling menyolok pada kadar kolesterol total dan triglisenid. Injeksi adrenalin bitatras I. V dan diet kuning telur ‘intermitten’ menunjukkan penambahan ketebalan dinding arteri abdominalis yang paling besar.

Background: Recently, many animal experimentals atherosclerosis were done, but it was still complicated and expensive. Animal models atherosclerosis trials, which was easier and cheaper were using adrenaline intra venous and yolk eggs intermit/en en/eric diet. Empirically, the use of adrenaline and yolk eggs be as an illustration of a stressfully condition and high cholesterol diet habit in daily human l The study conducted to measure blood lipid and the thickness of arterial-wall in abdominal arteries.

Design:
Pre-experimental prospective randomized laboratory trial using post-test only control group design was performed in 16 rats which divided into four groups. Group I was control. Group Ii was given yolk eggs intermitten dietary. Group III was initially injected by intra venous adrenaline hitatras, and Group IV undergoing intra venous adrenaline bitatras injection, followed by yolk eggs intermitten diet. The day of 7. 15, 23 dan 31, one rat from each group taken by random, for measuring the total cholesterol, LDI., HDL and triglyceride as well as the thickness of arterial-wa/I of abdominal arteries in Biochemistry and Pathology Depart ment of Medical Faculty Diponegoro University.

Results:
The blood lipid in Group I/I was increased twice compared to the control group in the day of 7, 15, 23 and 31. The LDI. elevation was only about 30-50%. In the day of 7, 15 dan 23, LDL was increased almost two times. In Group II, the total cholesterol and triglyceride increased two times to control. HDL was increased 2-50%, but the elevation of LDL was only 1%. The compared of arterial-wall of abdominal arteries in group IV was the thicker compared to other group.

Conclusion:
Intravenous adrenaline bitatras injection increased total cholesterol and triglyseride levels. Adrenaline bitatras injection followed by yolk eggs intermitten diet was the prominent intervention that make the arterial wall thicker.