Hubungan Pemaparan Khronik Plumbum-udara, Plumbum-darah Ibu, Plumbum-darah Anak, Terhadap Perkembangan Motorik Anak Terlahir di Pemukiman Pesisir

Tahun 2000 Volume 35 Nomor 4
Oleh : Amin Husni

Sebagai awal dan suatu studi longitudinal untuk mengetahui pengaruh pemaparan khronik Plumbum-udara terhadap perkembangan anak, dilakukan penelitian menggunakan rancangan studi belah lintang beraspek kasus kelola tentang hubungan konsentrasi Plumbum-udara, kadar Plumbum-darah Ibu, kadar Plumhum-darah Anak, dan Perkembangan Motorik Anak Penelitian dilakukan di wilayah Purworejo-Bonang Kabupaten Demak dengan konsentrasi Plum bum-udara sangat rendah dan di wilayah Tambaklorok Kabupaten Semarang dengan konsentrasi Plumbum-udara 100 kali lebih tinggi . Pengamatan dilakukan terhadap 50 ibu-ibu beserta anak-anaknya di masing-masing lokasi penelitian. Terdapat perbedaan yang bermakna antara kadar Plumbum darah Anak maupun kadar Plumbum-darah ibu di kedua wilayah tersebut. walaupun tidak dilakukan uji statistik, hal itu nampaknya menunjukkan adanya hubungan antara Pb-udara dengan Pb-darah. Di kedua lokasi penelitian, secara umum perkembangan anak yang dinilai menggunakan Diagnostik Perkembangan Fungsi Munchen tidak menunjukkan adanya keterlambatan perkembangan. Rerata Skor Perk Anak di Tambak lorok sedikit lebih rendah dibanding di Purworejo. Tidak terdapat perbedaan yang bermalma antara Skor Total Perkembangan Anak di kedua wilayah tersebut. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara Skor Perkembangan Anak dengan Pb-darah Anak dan Umur Anak. Adanya hubungan yang bermakna antara Pb-darah Ibu dengan Pb darah Anak serta didapatkannya koefisien regresi sebesar —0,3 18 pada hubungan Pb-darah Anak sebagai variabel tergantung dan Umur Anak (dalam bulan) sebagaifaktor, mengisyaratkan bahwa kadar Pb-darah Anak lebih dipengaruhi oleh kadar Pb-darah Ibu.

As a preliminary study of a longitudinal research on the impact of chronic Pb-air exposure on child development, a cross sectional study with case-control approach to explore the relationship among Pb-air, maternal Pb-blood, child Pb-blood, and the child motoric development was conducted. The study was done in Purworejo-Bonang, Demak District that has a very low Pb-air concentration, and in Tambakiorok-Tanjung Mas, Semarang District that has 100 times Pb-air concentration. F women and their children were observed in each study site. There were significant differences between the child Pb-blood and the maternal Pb-blood of the two d4fferent areas. Even though statistic tests were not performed, it seems that the Pb-blood was related to the Pb-air. In general, the child development assessed using the Munchen Function Development Diagnostic test showed no child developmental delayed. The mean score of the result of the development test in Tambaklorok was slightly lower than in Purworejo, but there was no sign d The development score did not correlate significantly with either the child Pb-blood or the child age. The occurrence of a significant relationship between maternal Pb-blood and the child Pb-blood, and negative regression coefficient (-0.318) result (child Pb-blood as the outcome, child age as a factor), suggested that child Pb-blood was strongly influenced by maternal Pb-blood rather than the Pb-air exposure.