Perbandingan Kelangsungan Pemakaian, Efektifitas dan Efek Samping Implan Desogestrel dengan Levonorgestrel

Tahun 2000 Volume 35 Nomor 4
Oleh : I. Gede Parwata, Untung Praptohardjo, Fadjar Siswanto

Tujuan: implan desogestrel (DSG) merupakan kontrasepsi implan generasi baru, maka sebelum memasyarakatkan pemakaiannya di Indonesia, perlu dilakukan penelitian perbandingan dengan implan levonorgestrel (LNG). Tujuan penelitian untuk membandingkan kelangsungan pemakaian, efektifitas dan efek samping implan DSG dengan LNG dengan hipolesis: kelangsungan pemakaian, efelaifitas dan efek samping antara implan DSG dengan LNG adalah sama.

Rancangan:
Penelitian acak terkontrol antara bulan Februari 1993 – . November 1996, analisis data dengan uji Chi-square, uji t, risiko relatif dan life table.

Tempat:
Klinik Reproduksi Manusia FK Undip/RSUP Dr. Kariadi Semarang.

Subyek:
Klien yang telah memenuhi kriteria sebanyak 150 orang diberi nomor urut, dilakukan randomisasi. Kelompok implan DSG 74 orang, LNG 76 orang.

Intervensi:
Pemasangan implan DSG dan LNG yang diikuti sampai 3 tahun dan evaluasi setiap 3 bulan. Ukuran Luaran Utama: Kelangsungan pemakaian dan efektifitas sampai 3 tahun, kejadian efek samping berupa perubahan berat badan, tekanan darah sistolik dan diastolik, kadar hemoglobin, dan perubahan pola haid,

Hasil : Kelangsungan pemakaian implan DSG sampai 3 tahun 100%. LNG 98,6%, perbedaan tersebut tidak bermakna (‘p=0,3Z2.). Selama 3 tahun pemakaian kedua implan tidak ada subyek yang hamil (indeks Pearl 0,0). Perbedaan perubahan berat badan, tekanan darah sistolik, kadar hemoglobin, kedua implan tidak bermakna (0>0, 05). Perbedaan perubahan tekanan darah diastolik dan awal sampai 33 bulan tidak bermakna (p>O tetapi pada 36 bulan perbedaan tersebut bermakna (p=O,O Tidak ada perbedaan kejadian amenore, kecuali pada periode 4—6 bu/an lebih sering pada imp/an DSG (RR 1,74). Sampai periode 13—15 bulan, tidak ada perbedaan kejadian spotting antara imp/an DSG dengan LNG (p>0,0S), tetapi pada periode 19—21 bulan sampai 34—36 bulan kejadian spotting lebih sering pada implan DSG (RR sekitar 2). Tidak ada perbedaan kejadian perdarahan tidak teratur antara implan DSG dengan LNG (p>O,05

Simpulan:
Kelangsungan pemakaian dan efektifitas kedua kelompok sama. Perubahan berat badan, tekanan darah sistolik. kadar hemoglobin kedua kelompok sama. Perubahan tekanan darah diastolik kedua kelompok sama sampai 33 bulan, tetapi berheda pada 36 bulan .Kejadian pada periode 4-6bulan leih sering pada implan DSG .Kejadian spotting sampai periode 10-12bulan kedua kelompok sama,tetapi pada periode 19-21 bulan sampai 34-36bulan lebih sering pada implan DSG ,kejadian perdarahan yang tidak teratur kedua kelompok sama

Objective: Desogestrel (DSG) is a new generation implant contraception, so a comparison study to levonorgesrrel (LNG) is needed before going to use at large population in Indonesia. The aim of this study was to compare using duration, efectiveness and side effect desogestrel and levonorgestrel implant, with hypothesis is the same between them.

Design: Randomized control study from February 1993 till November 1996, statistical analysis using Chi-square test, t test, relative risk and life table.

Setting: Human Reproduction Clinic Faculty of Medicine University of Diponegoro/Dr. Kariadi General Hospital Semarang.

Participants: During the study period, there were 150 clients that fulfield inclusion criteria which were randomized. There were 74 clients in DSG group and 76 clients in LNG group.

Interventions:
DSG and LNG implant were inserted, and follow-up to 3 years and every 3 months evaluation were done. Main Outcome Measures: Using duration, efectiveness up to 3 years, incidens of side-effect such as body-weight change, systolic and diastolic blood pressure, haemoglobine level and menstruation cycle change.

Results:
Using duration up to 3 years DSG was 100% and LNG 98,6%, the d was not significantly (p=O.322). in the 3 years period of using these implan there wasn ‘t client going to pregnant (Pearl ‘s index 0.0). There were not significantly statistics d in body-weight, systolic blood pressure and haemoglobine level changes between the two implants (p>0. 05). Diastolic blood pressure was not sign different until 33 months after inserting (p>O. but at 36 months was sign different (p=0. 048). There was not significantly different in amenorrhea incidens (p> 05) except in 4—6 month period more oflen in DSG group (RR 1.74). Up to 13—15 months period, there were not sign (ficantly different in spotting incidens (p>0.05) but in 19—21 months till 34—36 months period more often in DSG group (RR around 2). There were not different in irregular bleeding incidens between the two implants (p>0.05)

Conclutions:
Using duration and efectiveness were same between the two groups. Body-weight, systolic blood-pressure, and haemoglobine level changes were same between the two groups. Diastolic blood pressure change was same between the two groups up to 33 months, but different at 36 months. Amenorrhea incidens was same between the two groups, except in 4—6 months period more often in DSG group. Spotting incidens was same up to 10—12 months period, but in 19—21 months till 34—36 months period more often in DSG group. Irregular bleeding pattern was same between the two groups