Paradigma Kemasan Plastik Dalam Keamanan Pangan (Food Safety)

Tahun 1999 Volume 34 Nomor 1
Oleh : Kusmiyati DK,  M. Sulchan

Dalam dua dasawarsa terakhir, kemasan plastik mampu merebut pangsa pasar (marker share) kemasan dunia men gganlikan kemasan kaleng dan gelas. Di Indonesia kemasan plastik juga telah mulai mendominasi industri makanan, dan kemasan luwes (fleksibel) menempati porsi 80%. Bahan kemasan plastik  tersusun dari polimer-polimeryting berasal dari bahan mentah yang berupa monomer, selain itu juga mengandung bahan aditif Aspek negatif dan kemasan plasiik yaitu bila monomer-monomer bennigrasi ke dalam bahan makanan yang dikemas, dan monomer inilah yang merupakan bagian yang berbahaya bagi  manusia karena mempunyai potensi menumbuhkan kanker (bersifat karsinogenik).

During the last two decades the use of plastic packaging for food has dominated the marked share of the packaging world replacing the tin and glass ones . In Indonesia, plastic packaging has dominated around 80 persen of the food industiy and flexible packaging. The material of plastic packaging consists ofpalymere. originated from monomers of the raw material, plus additive. The negative aspects of plastic packaging for food is that it s monomere will stick to the food. Monomers are carcinogens, thus they are hannful to our health.