BIOPSI POST MORTEM PADA ANAK Evaluasi di Laboratorium Patologi Anatomi RS Dr. Kariadi — FK Undip Tahun 1992 dan 1997

Tahun 1999 Volume 34 Nomor 4
Oleh : Mohammad Rofiq Anwar

Studi tentang sebab kematian sangat penting bagi penentuan keb kesehatan masyarakat. Pada umumnya disepakati bahwa untuk mendapatkan diagnosis sebab kematian yang lebih akurat adalah dengan cara pemerikiaan otopsi post mortem. Namun dalam kenyataannya jumlah pemeriksaan otopsi yang dapat dilaksanakan terus-menerus makin menurun . Penyebab utamanya adalah masalah-masalah sosial. Karena itu ide untuk memperoleh jaringan dengan cara biopsi post mortem, walaupun tidak dapat menggantikan peran otopsi, diharapkan besar manfaatnya demi upaya untuk memperoleh informasi lebih banyak tentang sebab kematian dengan cara yang lebih sederhana. Evaluasi terhadap pemanfaatan biopsi post mortem untuk memperoleh diagnostik histopatologi sebab kematian pada anak; yang dilaksanakan di RS Dr. Kariadi Semarang pada tahun 1992 dan tahun 1997 telah dilakukan terhadap semua kadaver dilakukan biopsi pada hati, jantung, paru dan otak Sebagian besar biopsi gagal memperolehjaringan yang dimaksud danjaringan yang diperoleh pada umumnya tidak representatif I-Ianya pada beberapa kasus diagnostik histopatologi dapat ditegakkan. sisanya tidak dapat disimpulkan.

Studies of cause-spec mortality are important for setting health policy objectives. Although it is generally accepted that the ultimate way to ascertain the cause of death is the post mortem examination, however, the number of autopsy is declining. The main cause is social problem. The idea to perform post mortem biopsy, although it will not change the role of autopsy, is hoped to get more useful information using a simpler way. A discriptive retrospective study to evaluate post mortem biopsy to establish histopathological diagnosis of paediatric death during the year /992 and the year 1997 in Kariadi Hospital Semarang has been carried out. In each patient biopsies was performed in 4 organs, i.e. brain, heart, lung and liver. Most biopsies were fail to collect the specimens and most of the specimens were not representative. Only in a few cases the histopathological diagnosis were established and the rest were inconclusive.