Kartu Pengawasan Tuberkulosis Sebagai Pelengkap Program Penanggulangan Penyakit Tuberkulosis di Indonesia

Tahun 2004 Volume 39 Nomor 3
Oleh : Taufik Eko Nugroho, Mohammad Arief Kurniawan,Hermawan Istiadi, Awal Prasetyo

Latar belakang: Indonesia menempati peringkat ketiga seielah India dan China dalam haljumlah kasuspenderita TB. Seratus jima puluh ribu orang diperkirakan meninggal setiap tahun karena penyakil TB di Indonesia.
Metoda: Karya tulis ini merupakan studipustaka dengan menelusuri rujukan terkini yang terkail dengan topik utama permasalahan dan bersumber dan jurnal i!miah, buku teks, literatur, koran, dan internet, ditambah pengamatan langsung terhadap stralegi penanggu!angan penyakit tuberkulosis di Puskesmas . Selama ini belum ada data tentang strategi pengawasan terhadap kepatuhan pasien dalam minum obat yang dikaitkan dengan peran Pengawas Menelan Obat (PMO).
Hasil: Kartu Monitor TB adalah kartu yang diberikan kepada Pengawas Mene/an Obat (PMO) agàr dapat mencatat dan melaporkan pemantauannya terhadap kepatuhan penderita TB. Kartu ini diisi oleh PMO untuk menilai dan memastikan kepatuhan penderita dalam menyelesaikan strategi penanggulangan penyakit tuberkulosis yang telah direncanakan petugas Puskesmas.
Simpulan: Kartu Monitor TB dapat digunakan untuk menjamin seseorang menyelesaikan pengobatannya lewat pengawasan oleh PMO secara harian, sehingga diharapkan dapat menyempurnakan program penanggulangan TB di Indonesia.

Background: The incidence rate of tuberculosis in Indonesia is in the thfrd rank after India and China, and the estimated mortality rate is 150.000 every year.
Method: This paper is based on the literature’s study, tracking the latest references, which are associated with the central topic, added with the direct observation on the implementation strategy of controlling the tuberculosis program at Puskesmas. So far, there was no any data about the monitoring strategy in ensuring the patient ‘s obedience of taking the medication given by the drug-taking supervisor (DTS).
Result: The TB monitoring card is a card which is given to DTS, to monitor the patient’s obedience in taking the medication from Puskesmas (DO7S stategy). This card is filled, recorded and reported by DTS to the health officer. The DIS is required to make sure that patients have followed the whole treatment progr am.
Conclusion: The TB monitoring card can be used to ensure that patient has completed the treatment given through DTO, and was found to be an alternative way in improving the TB controlling program in Indonesia