Pengaruh Diet Minyak Ikan Kaya Omega-3 dan Upaya Penggunaan BCG terhadap Proliferasi Limfosit

Tahun 2004 Volume 39 Nomor 3
Oleh : Dwi Pudjonarko, Neni Susilaningslh, Hermina Sukmaningtyas

Lalar belakang: Pada mencit yang mendapat diet minyak Ikan kaya omega-3, produk.ci Nitric Oxide (NO) makrofagnya lebih rendah dibandingkan dengan kontrol. Disisi lain ada imunostimulator yaitu BCG yang sudah biasa digunakan dan terbukti dapat meningkatkan re imunh1a seluler melalui respon tipe / Tujuan penelitian ini untuk membuktikan adanya perbedaan proliferasi limfosit pada mencit dengan diet minyak ikan yang mendapaf vaksinasi BCG dan yang tidak mendapat vaksinasi BCG . Pada penelitian ini diukur jumlah limfoblas! 200 sel, jumlah limfosit lien! cc dan berat lien mencit tua yang telah mengalami immunosenescene.
Metoda: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik, dengan pendekatan Post Test — Only Control Group Design yang menggunakan binatang percobaan sebaga: objek penelitian Sampel penelzuan adalah 24 ekor mencit tua Jantan strain BA LB/c dengan berat badan rata-rata 30 gram dibagi menjadi 4 kelompok percobaan dengan rancangan acak lengkap dan randomsasi sederhana dilakukan mengunakan komputer. Semua mencil mendapatkan makanan standar Pada Kelompok Kontrol (K) mencit tidak mendapatkan perlakuan sedangkan kelompok BCG (BCG) divaksinasi secara intra peritoneal dengan 0 Icc BCG pada han ke 14 dan ke- 24. Kelompok mmnyak ikan (MI) mendapat diet 5% minyak ikan kaya w-3, sedangkan kelompok minyak ikan + BCG (MB) mendapat diet 5% minyak ikan kaya w-3 dan divaksinasi secara intra peritoneal dengan 0,1cc BCG pada han ke-14 dan ke-24. Pada han ke-28, semua mencit disuntik secara intravena dengan I0 Listeria monocytogenes
kidup yang diperoleh dan Balai Laboratorium Kesehatan Semarang. Seniua mencil dibunuh dengan pembiusan kioroform yang dilanjutkan dengan dislokasi leher pada han ke-33. Selanjurnya berat lien mencit ditimbang dan dihitung diukur jumlah limfoblas/ 200 sel serta jumlah limfosit lien! cc Dilakukan uji One Way Anova untuk Melihat ada, perbedaan pada keempat kelompok perlakuan. Besarnya perbedaan masing-masing kelompok perlakuan dianalisis lebih lanjut dengan Post Hoc Test Bonferroni dan Tamhane.
Hasil: Penelitian mendapatkan adanya perbedaan yang bermakncz juinlah limfoblas dan jumlah limfosi: lien pada mencit tua BALB/c dengan diet minyak ikan yang divak BCG dibandingkan dengan yang lanpa vaksinasi BCG. Ternyata/umlah limfoblas danjumlah limfosit per cc lebih rendah pada kelompok mencit tua yang mendapaf diet minyak ikan tanpa vaksinasi BCG dibanding yang mendapat vaksinasi BCG. Sementara tidak didaparkan perbedaan yang bermakna terhadap berat lien antar kelompok perlakuan.
Simpulan: Pemberian minyak ikan menekan prol limfosit pada mencit tua BALB/c. Upaya penggunaan BCG dapat meminimalkan efek tersebut dengan meningkatkan pro4ferasi limfosit yang tertekan akibat diet minyak ikan tanpa mempengaruhi maturasi sel.

Background: Previous study proved that mice fed with fish oil, T lymphocyte binding on macrophage and NO production capacity of macrophage was lower than control. BCG vaccination is known as an immunosuimulator.
The objective of this study was emphasized on the effects of fish oil diet and the use of BCG vaccination in lymphocyte proliferation.
Method: Laboratory Experimental study was used Post-Test Only Control Group Design. The 24 male BALBIc mice (12-13 months old with average weight 30 grams) were divided into four groups and received standard lab diet daily. The first group (control group C group) received no other additional treatment, while the second group (BCG group = BCG group) received intra-peritoneal injection of 0. / cc BCG at day 14 and 24 The third group (fish oil group = P0 group) received 5% fish oil rich o.i-3 and the fourth group (fish oil +BCG group = P13 group) received 5% fish oil rich a-3 and intra-peritoneal injection of 0.1 cc BCG at day /4” and 24” At day 28””, all groups were intravenously injected with live L. monocytogenes (LD 2x/0 bacteria) obtained from Balai Laboratorium Kesehatan Semarang and sacrificed at day 33 Number of lymphoblast/ 200 cells, number of spleen lymphocytes/ cc and spleen weight were measured Within group difference of data were analyzed by One Way ANOVA. Djfference between groups was analyzed by Post Hoc Test Bonferroni and Tamhane.
Result: There were significant differences in the number of lymphoblast/ 200 cells and the number of spleen lymphocytes! cc between P0 group and FO+BCG group. The number of lymphoblast! 200 cells and spleen lymphocytes! cc in FO group were lower than P0 + BCG group (p<O. 05). In contrast, there were no sign
differences on the spleen weight within the group (p>O. 05).
Conclusion: It could be concluded that fish oil has an immunosuppressive effect, while additional treatment with BCG was able to restore immune response indicated by the increase of lymphocytes prol4feration without affecting cell maturation.