Profil Interferon-Gamma (IFN- y) dan Interleukin-4 (IL-4) pada Kucing yang Terinfeksi Mycobacterium tuberculosis

Tahun 2004 Volume 39 Nomor 3
Oleh : Ida Tjahajati, Subronto ProdJoharjono, Hardyanto Subono, Widya Asmara, Wahyu Wijayanti Subroto , Nobuyuki Harada

Lalar belakang: Tuberkulosis merupakan penyakit zoonosis penting yang dapat menular dan manusia ke hewan atau sebalikn,va. Meskipun tuberkulosis pada kucing telah dilaporkan namun respon imun tuberkulosis pada kucing belum pernah dilaporkan . Penelitian bertujuan untuk mempelajari respon imun profil sitokin ThI dan Th2 pada kucing yang diinfeksi dengan M. tuberculosis.
Metoda: Penelitian menggunakan 35 ekor kucing sehai, dibagi dalam 4 kelompok, yaitu 3 kelompok perlakuan dan satu kelompok kontrol. Kelompok I diinfeksi M. tuberculosis dosis lx / U’ secara oral, kelompok II secara intraperitoneal, kelompok III secara intramuscular dan kelompok IV sebagai kelompok kontrol tidak diinfeksi. Masing-masing kelompok perlakuan selanjutnya dibagi dua yaitu yang diinfeksi dengan dosis lx 10 cfu dan Ix 10 cfu, sehingga terdapat 7 kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri 5 ekor kucing. Lima ml darah diambil pada minggu ke-1, 2, 4, 12, dan 24 setelah infeksi, kemudian dilakukan isolasi Peripheral Blood Mononuclear Cell (PBMC). Peripheral Blood Mononuclear Cell keniudian distimuli dengan PPD dan produksi 1FN-y dan IL-4 dan supernatan selanjutnya diukur dengan ELISA.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar sitokin ThI (IFN-y) meningkat setelah infeksi, dan mencapai puncaknya pada minggu ke-4, dan setelah itu menurun sampai akhir penelitian. Sebaliknya, kadar sitokin Th2 (IL-4) rendah pada awalfase infeksz, dan meningkat pada akhir penelizian.
Simpulan: Dan data yang diperoleh membuktikan bahwa infeksi tuberkulosis pada kucing juga mengikuti paradigma teori ThJ-Th2. Pergeseran dominasi dan Thi pada awal infeksi menjadi dominan Th2 pada akhir penelitian mengindikasikan bahwa kucing nzungkin dapat bertindak sebagai reservoir kuman yang merupakan faktor resiko pada kesehatan manusia yang ada di sekitarnya.

Background: Tuberculosis is an important zoonotic disease which can spread from human to animal or vice versa. Although cat tuberculosis have been reported however immune response in cats tuberculosis has not been investigated extensively. The experiment was done to study the immune responses in cats infected with M. tuberculosis.
Method: Thirty five cats were infected with Mtb through either oral (group I), intraperitoneal (group 2), or intramuscular (group 3). Each group was further divided into 2 groups based on the dosage of Mtb used in infection (i.e. lx 1O and 1×10 cfu). Each group was consisted of 5 cats. Group 4 was the control group, in which cats were untreated. After infection, 5 ml of venous blood were drawn from the cats at 1, 2, 4, /2, and 24 weeks, and PBMC were prepared. PBMC were then stimulated with PPD and the production level of IFN-y and IL-4 in culture supernatants were measured by ELISA.
Result: The results showed that IFN-y level increased after infection, and reached the peak at 4-week, and decreased thereafter until the end of experiments. On the other hand, 11-4 level was low during the early phase, and increased at the end of the experiments.
Conclusion: These data provide the evidence that the Thl/Th2 paradigm is also present in cats infected with Mtb. Th2 became dominant at the late phase of infection suggests that cat tuberculosis can be considered as a carrier of the disease (reservoir) which may be a risk factor for human health.