Pengaruh Ekstrak Herbal Andrograp his paniculala (Sambiloto) Terhadap Anemia dan Survival Mencit Balb/c Selama Infeksi Plasmodium bergheiANKA

Tahun 2004 Volume 39 Nomor 3
Oleh : Kisdjamiatun, Sudaryanto, Henny Kartikawati, Agus Wibisono

Latar belakang: Sambiloto atau Andrographis paniculata (A. paniculata) adalah salah satu tanaman obat antimalaria yg telah banyak diteliti. Percobaan in vitro membuktikan bahwa A. paniculata dapat menghambat perkembangan Plasmodium danjuga berperan sebagai imunomodulator.
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh A . paniculata terhadap anemia dan survival mencit Balb/c selama infeksi Plasmodium berghei ANKA (P. berghei ANKA).
Metoda: Dilakukan penelitian eksperimental murni dengan desain post test only control group, sampel penelitian diperoleh dan 32 ekor mencit Balb/c dewasa, dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kelompok perlakuan menerima ekstrak herbal A. paniculata 16,608 mg/han mencit yg diberikan secara per oral. Ekstrak herbal ini dilarutkan dalam CMC-Na 0,5% sebanyak 0,1 ml dan diberikan sejak han ke-3 pre infeksi dan sepanjang perjalanan infeksi P. berghei ANKA. Kelompok kontrol hanya diberi CMC-Na 0,5% sebanyak 0,1 ml per oral, dan han ke3 pre infeksi dan selama infeksi. Sampel darah tepi dan ekor guna penghitungan eritrosit dilakukan pada han ke-3, ke-6 dan ke-8 post infeksi. Pengamatan survival dilakukan sejak perlakuan dimulai dan selama infeksi. Keadaan umum dan suhu mencit yang bertahan hidup selama mnfeksi diamati setiap han. Pengolahan data dengan program SPSS 10,0 for Windows dengan menggunakan teknik analisis kesintasan (survival analysis) metode Kaplan Meier dan metode log-rank test untuk membandingkan antara kelompok perlakuan dan kontroL Data penghitungan eritrosit, keadaan umum dan suhu diolah dengan uji Mann- Whitney.
Hash: Jumlah enitrosit kelompok perlakuan tidak berbeda bermakna dibanding kontrol. Perbedaan tidak bermakna juga didapatkan pada perubahan suhu. Walaupun demikian survival mencit kelompok perlakuan lebih tinggi dan berbeda bermakna dibanding kelompok kontrol. Keadaan umum mencit kelompok penlakuan lebih baik dan berbeda berm akna di banding kelompok kontrol.
Simpulan : pemberian ekstrak herbal A .paniculata tidak berpengaruh pada jumlah eritrosit darah tepi mencit Balb/c selama perjalann infeksi P, berghei ANKA , tetapi berpengaruh meningkatkan survival dan keadaan umum mencit selama infeksi.

Background: Sambiloto or Andrographis paniculata (A. Paniculata) is one of the antimalaria herbs that has been studied extensively, in vitro experiment showed that A. Paniculata can inhibit Plasmodium development, and had immunomodulatory effect. Objective of this study is to know the effect of A. paniculata toward anemia, survival and physical condition Balb/c strain mice infected by P. Berghei ANKA.
Method: This study was post-test only control group design. The sample consist of 32 Balb/c strain mice, devided into 2 groups: treated and untreated. The treated group received A. paniculata herb 16.608 mg diluted in 0.1 ml 0.5% CMC-Na permice per day per oral, which began 3 days pre-infection followed every days post infection. While to the untreated control group received 0.1 ml 0.5% CMC-Na. Only peripheral blood sample was taken from the tail. The erythrocyte count was observed from the blood sample taken on day third, sixth and eighth post infection. Survival, physical condition, and body temperature was observed since the treatment was given and during the infection periode. The data were processed by SPSS 10,0 for windows by using Mann- Whitney test for analysing the erythrocyte count, general condition and body temperature data. Kaplan-Meier survival analysis method and log rank test were used to determine the equality between 2 groups.
Result: There was no d on the erythrocyte count between treated and control group. However, the treated group showed sign longer, survival time than control group. The treated group also showed sign better conditions than the control group. Eventhough there was no sign different on body temperatures between these two groups.
Conclusion: A. paniculata can increase the survival rates of mice and improve physical condition during t P. Berghei ANKA infection but had no effect in erythrocyte count and body temperatures.