Perbandingan antara Pola Elektro Ensefalografi (EEG) Penyandang Epilepsi dan Gangguan Nuerology Non Epilepsi di Unit neurofisiology Di Bagian/SMF Ilmu Penyakit Saraf FK UNDIP / RS.Dr Kariadi

Tahun 2004 Volume 39 Nomor 4
Oleh : Dwi Pudjonarko , ini . Widiastuti, Endang Kustowati

Latar belakang: Dalam menegakkan diagnosa epilepsi diperlukan anamnesis dan pemeriksaa nfisik yang teliti disertai pemeriksaan penunjang lain yaitu pemeriksaan secara radiologis dan pemeriksaan neurofisiologi berupa Elekro Ensefalografi (EEG) . Selain untuk membantu menegakkan diagnosis, EEG juga diperlukan untuk evaluasi pengobatan. 7’ujuanpenelitian in menganalisispola EEG penyandang epilepsi dibandingkan denganpenderita kelainan neurologis lain non epilepsi.
Metoda: Penelitian in! merupakan penelitian obervasional belah lintang dengan subjek penelitian adalah  243 pasien dengan keluhan dan atau kelainan klinis neurologis yang diperiksa di Unit Neurofisiologi baik berasal dan Unit rawat jalan atai rawat map Bagian/SMF I/mu Penyakit SarafFK. Undip/RS.Dr.Kariadi Semarang selama period Januari 2004 s/d Oktober 2004. Perekaman dilakukan dengan metoda internasional sistem 10-20, mengeklusikan pasien yang diperiksa dua kali atau lebih. Vaniabelpenelitian adalah pola EEG Data dianalisa dengan Oneway ANO VA, 1-test, Chi-Square (X atau Fisher’s-Exact dengan bantuan software komputer SPSS /0.05. Semua perbedaan dinyatakan bermakna bila didapatkan nilai p< 0,05.
Hash: Terjadi perubahan akiivitas gelombang dasar pada penderita epilepsi sesuai dengan kelompok umur Muncul gelombang-gelombang paroksismal yang lebih sering dan berbeda bermakna pada usia di atas 5 tahun ( 05 bila dibandingkan kelompok non epilepsi. Lateralisai, amplitudo dan frekuensi saal jotik ,naupun lanpa perangsangan lak berbeda bermakna antara penyandang epilepsi dengan non epilepsi (p>0. 05) meskipun perangsangan folik akan meningkatkan baik frekuensi maupun amplitudo gelombang.

Background: In order to make a diagnosis of epilepsy we need anamnesis, accurate physical examination and other device like Electroencephalography (EEG). EEG does not only help examiner to make a diagnosis but also to evaluate the outcome of treatment. A study was perfomed to anal izy EEG pattern of epileptic patients compared to non epileptic patients sufferedfrom other neurologic disorder.
Method: Observational study adapted cross sectional design with 243 patiens suffered by sign and or simptom clinical neurologic disorder was chosen EEG was recorded by international system 10-20 with patients examined more than once being excluded. Variables were pattern 0fEEG Data were analyzed by OnewayANO VA, 1-test, Chi -Square (X or Fisher’s-. Exact test using computer software SPSS 10.05. Signiflcantly was accepted fp<0, 05.
Results: There were changes in background activity in epileptic patients depending on age. Paroxysmal waves were often found in epileptic patient and were sign jflcantly d in patients obove 5 years of age than non epileptic patient. Althought fotic st!,nulation increase frequency and amplitude of waves, there were no d (p> 0.05) in lateralisation, amplitude and frequency durin gJotic or none between epileptic and non epilepticpatient.
Conclusion: There were changes of background activity in epileptic patients depending on age, and paroxysmal waves generally found and average amplitude was higher than non epileptic patient. Fotic stimulation increasedfrequency and amplitudes of waves.