Penularan Vertikal Mempunyai Peran yang Tinggi Pada Kejadian Hepatitis B Persisten

Tahun 1999 Volume 34 Nomor 1
Oleh : Harsoyo Notoatmojo

Secara alami infeksi VHB mempunyai gambaran klinik yang bermacam – macam, sebagian dapat menjadi persisten, karier sehat atau sebagian lagi dapat sembuh. Banyak faktor yang dapat menvehabkan infeksi VHB menjadi persisten, oleh karena itu perlu ditelitifaktor apa yang terpenting pada kejadian ini . Maksud penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah faktor penularan dari ibu memegang peranan yang sangat penting.
Suatu studi obsereasional untuk melihat korelasi antara beberapa faktor dengan persistensi HBsAg telah dilakukan pada anak anak HBsAg positif di Semarnng. Rancangan penelitian yang digunakan adalah observasi yang secara prospektif mengawasi anak dengan HBsAg positif selama 6 bulan pada anak umur 6-14 tahun. Pengambilan sampel dilakukan secara acak Penelitian ini dilakukan terhadap 203 orang anak HBsAg positif Pemeriksaan ulangan HBsAg 6 bulan setelah pemeriksaan pertama menunjukkan bahwa 114 orang (56,2%) masih tetap HBsAg positif atau mengalami persistensi HBsAg. Beberapa faktor yang dibuktikan ada korelasi dengan kejadian persistensi infeksi VHB ialah HBsAg ibu kandung Yang positif HBsAg anak yang positif HBsAg dalam keluarga yang positif dan titer HBsAg <.1:2  Sebagai kesimpulan HBsAg ibu kandung atau penularan vertikal dari ibunya merupakan faktor yang sangat penting untuk memprediksi kejadian infeksi HB persisten.

HBV infection naturally may develop to several conditions, such as persistent HBV infection, ‘Healthv” carrier and recovery Many factors influence the persistence of VFIB infection, so it is important to find the prominent factor. The aim of this study is to know whether transmission from mother is an important factor.
An observasianal study to know the correlation between several risk factors with the persistence of HBsAg was done on HBsAg positive children in Semarang This study was performed in Semarang municipality  on children aged 6 14 years Sampling was done by multistage random sampling. This studi’ was done on 203 HBsAg positive children Reexamination of the same children 6 months later, showed that 114 children (56.2%) were still had HBsAg positive. Factors that have sign correlation with the persistence of HBsAg are positive HBsAg in the mother (p<0,0l), positive HBV in the children, positive HBsAg in the family and titer of HBsAg (RPHA) ≥1:2^12 in the children.
As a conclusion, maternal ffBs or vertical factor is ver important factor to predict the occurence of VHB infection persistence in a HBsAg positive child.