Faktor-faktor Risiko yang Berpengaruh terhadap Kejadian Autisme

Tahun 2004 Volume 39 Nomor 1
Oleh : Hexanto Muhartomo, Bambang Hartono, Hendriani Setina

Latar belakang: .Autisnie merupakan penyebab penting dan gangguan tumbuh-kembang anak yang insidensi maupun prevalensinya dewasa ini cenderung meningkat. .Sampai sekarang penyehab autismne belum diketahui dengan baik, namun tampaknva memang multi—faktorial . penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor—faktor risiko terhadap kejadian autisme. karena belum ada data tentang hal ini di Indonesia.
Metoda: Dilakukan studi kasus kontrol dengan melihatkan 40 anak dengan autisme (3Olelaki, 4 perempuan. umur rata—rata 5.5 tahun) dan 40 anak lainnya sehagai kontrol (32 lelaki, 8 perempuan. umur rata-rata 5.6 tahun) untuk menganalisis 8 faktor risiko yang mungkin berpengaruh lerhadap kejadian autisme. Data anamnesis diperoleh dari ibu kandung masing masing anak di saniping data dari catatan medik.
Hasil: Didapatkan bahwa pe antenatal merupakan faktor risiko autisme (OR 4,333; 95% CI 1,271 14,777; p 0,014). demikian pu/a dengan asfiksia lahir (OR 4,11/; 95% (7 :1.037 16.295; p 0034) Sedang toksoplasmosis’ waktu hamil, hiperemesis graviidarm berat badan lahir ,rendah, trauma lahir. kejang demam, dan vaksinasi Mumps Measles, Rubella (MMR) tidak terbukti .sebagai fiiktor risiko autisme.
Simpulan: : Karena perdarahan an tenatal dan asfiksia lahir penting perannya dalam kejadian autisme. maka pengelolaan antenatal serta persalinan sangat  penting untuk ditingkatkan.

Introduction: Infantile autism (so called autism) affècts growth and development of children. Its incidence and prevalence nd to increase recently. The etiology of autisme is still unclear, it is suspected that there are no single etiological
Concerning with autism. Furthermore, there is no data available in Indonesia regarding this subyect.
Method: case—caontrol stud was carried out to explore several risk—factors which may  play significant role in autism. Forty  autistic children (36 males. 4 females, mean age 5,5 ears) with to 40 normal developing children (32 males. 8 females, an age 5,6 years) as control group were recruited in this study  historical data was obtained from then’ mothers and their’ medical record.
1 It was found that antenatal bleeding was a significant risk factor of autism (OR 4,333; 95% CI 1,271  14,777; p = 0,014), as’ well as birth asphyxia (OR – 4, 111; 95% CI 7 – 1.037 – 16.295; p 0,O34).. toxoplasmosis during pegnancy. hypereniesis gravidarum, low birth weight  baby. birth trauma. febrile convulsion, vaccination of  Mumps  Measles , Rubella (MMR)  were not risk factors.
Conclusion: Antenatal bleeding and birth asphyxia are  independent risk factor for the accurence of autisme.