Efek Latihan Pursed Lip Breating (PLB) dengan Pipa Kaca yang Dimodifikasi pada Penderita PPOM

Tahun 1998 Volume 33 Nomor 1
Oleh : Endang Ambarwati

Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a syndrome with typically has a sign of increasing airway resistance. This condition cause cough, dyspnea and fatique or known as triad signs. The role of pursed lips breathing (PLB) exercise using midified glass tube was evaluated in order to achieve better improvement of pulmonary function and reduction the triad signs.

The study was conducted in RSTP Ngawen Salatiga, involving 38 patients treated with standard treatment as a Control Group and 44 patients treated with standard treatment plus modified PLB exercise as a Treatment group . After 3 months of treatment both groups were evaluated using spirometer (Spirolite 201 x Vise Medical TM) on their pulmonary function variable i.e. Vital Capacity (VC) Forced Vital Capacity (FVC) and Forced Expiratory Volume 1.0 (FEVt). The degree  of Triad Signs i.e. degree of cough, dyspnea and fatique were evaluated as well.

The mean percentage of the improvement of the control group were VC 0.8%, FVC 2.34% and 2.44% while the treatment group swere 8.93%, 12.24% and 17.13% respectively. The treatment group exhibited much better improvement of the pulmonary funxtion (pooled t-test p<0.005) and better reduction of the triad signs (Analisis Co-Varian p<0.000). Therefore it could be concluded that better improvement of pulmonary function and reduction of triad signs might be due to addition of modified PLB exercise.

Penyakit Paru Obstruktif Menahun (PPOM) merupakan gangguan fungsi paru yang ditandai adanya peningkatan tahanan jalan nafas. Keadaan ini memberikan keluhan triad berupa : batuk, sesak nafas dan mudah lelah. Telah diteliti pengaruh latihan PLB (Pursed Lip Breathing) dengan pipa yang dimodifikasi akan memebrikan efek peningkatan kapasitas fungsi paru serta berkurangnya keluhan triad.

Penelitian ini dilakukan di RSTP-Ngawen, Salatiga. Dengan metoda penelitian randomized controled trial sebanyak 32 penderita yang diberikan terapi standar pengobatan sebagai kelompok kontrol dan 39 penderita kelompok perlakuan denagn terapi pengobatan dan latihan PLB dengan pipa yang dimodifikasi. Setelah 3 bulan dievaluasi ke dua kelompok dengan menggunakan spirometer (Spirolite 201 x vise Medical) diperoleh adanya efek peningkatan fungsi paru sebagai berikut.

Pada kelompok kontrol, KV (Kapasitas Vital) meningkat 0.89%, KVP (Kapasitas Vital Paksa) meningkat 8.93% dan VEP1 (Volume Ekspirasi 1 detik) 2.44%, sedangkan kelompok perlakuan KV meningkat 8.93%, KVP meningkat 12.24% dan VEP1 17.13% dengan perhitungan statistik (pooled test p<0.005), sedangkan keluhan triad berkurang dengan analisis statistik covarian p<0.000 sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa latihan PLB dengan pipa yang dimodifikasi mampu memebrikan efek positif pada penderita PPOM dengan hasil peningkatan kapasitas fungsional paru serta berkurangnya keluhan triad.