Antiseptik Hibiscrub : Uji Kekuatan Terhadap S. Aureus dan E. Coli

Tahun 1998 Volume 33 Nomor 2
Oleh : Tien
kartinah, Subakir, Tri Nur Kristina, Endang SL, B. Isbandrio

Hibiscrub secara rutin digunakan di RSUP Dr. Kariadi untuk cuci tangan para perawat maupun dokter untuk mencegah penularan dari pasien ke tangan medis dan paramedis maupun daripasien (infeksi nosokomial).

Pengujian kekuatan antiseptik secara periodik sangat penting untuk mengetahui kemungkinan resistensi terhadap kuman yang sering merupakan penyebab infeksi nosokomial seperti S . aureus dan E.coli.

Tujuan penelitian adalah untuk menguji kemampuan Hibiscrub dalam membunuh kuman S. aureus dan E.coli dengan mengukur besarnya koefisien fenol dari antiseptik tersebut.

Metode penelitian adalah diskriptif. Hibiscrub diuji kekuatannya untuk membunuh kuman S. aureus dan E.coli dan dibandingkan dengan antiseptik Fenol. Kuman yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah merupakan kuman standar dengan kode : S. aureus ATCC 25923 dan E.coli ATCC 25922. Kekuatan antiseptik tersebut dinyatakan dengan Koefisien fenol (Antiseptik dianggap baik bila Koefisien fenol > atau = 1). Percobaan diulang 3x untuk meningkatkan validitas internalnya.

hasil penelitian menunjukkan bahwa Hibiscrub dengan kontak selama 2.5 menit mampu mematikan S. aureus sampai konsentrasi 1/400, dan konsentrasi meningkat dengan bertambahnya waktu kontak, (Koefisien Phenol = 13.3). Sedangkan terhadap E.coli Hibiscrub mampu mematikan sampai konsentrasi 1/400 baik dalam waktu 2.5 menit, 5 menit maupun 10 menit (koefisien phenol = 8). tampak bahwa kuman Gram (-) lebih tahan terhadap antiseptik ini dibandingkan dengan kuman Gram (+), meskipun demikian dari hasil penelitian di atas disimpulkan bahwa Hibiscrub masih dapat digunakan untuk mengeradikasi kuman E.coli dan S.aureus yang merupakan penyebab tersering infeksi nosokomial.

Hibiscrub antiseptic routinely used in Dr. Kariadi General Hospital as antimicrobial hand washing of doctors and nurses to prevent nosocomial infection. Sensitivity Test of this antiseptic periodically is very important to know whether the antiseptic is resistant or not to the bacteria that frequently caused nosocomial infection such as : S. aureus and E. Coli.

The objective this study is to measure the sensitivity of Hibiscrub antiseptic to S. aureus and E.coli compared with Phenol.

This study is a descriptive study. Hiiscrub and Phenol are diluted separately and mixed with the bacteria and incubated in 37oC for 24 hours. S. aureus ATCC 25923 and E.coli ATCC 25922 is used in this study. The turbidity of the media was used as indicator whether the bacteria is killed or not. The study was repeated 3 times to increase the internal validity.

Hibiscrub is compared with Phenol and analyzed descriptively. Power of Hibiscrub as antiseptic is called Phenol Koefisien.

Phenol Koefisien of Hibiscrub to S. aureus = 13.3 means that the power of Hibiscrub is 13.3 times compared with Phenol to eradicate S. aureus, whereas Phenol Koefisien of Hibiscrub to E.coli = 8 means that the power of Hibiscrub is 8 times compared with Phenol to eradicate E.coli.

From the result of the study we can conclude that Hibiscrub antiseptic can be used to eradicate S. aureus and E.coli.