GANGGUAN SISTEM MUSKULOSKELETAL DAN SARAF OTONOM – Kaitannya Dengan Sistim Saraf Tepi yang Hipereksitabel

Tahun 1998 Volume 33 Nomor 2
Oleh : M. Widiastuti – Samekto

Latar Belakang : Gangguan fungsi muskuloskeletal dan otonom banyak dijumapai dalam praktek sehari-hari. Salah satu sebab atau faktor risikonya adalah hiperirritabilitas sistim saraf (spasmofili). Kepentingan mengetahui adanya faktor risiko ini adalah penanganan yang benar dan tepat .

Tujuan : Mengetahui samapi seberapa jauh hubungan antara kondisi hiperirritabilitas sistim saraf dan gangguan fungsi muskuloskeletal serta otonom.

Desain : Studi kasus-kontrol.

Tempat : RS. St. Elizabeth, rumah sakit swasta di Semarang, Jawa Tengah, Indonesia.

Sampel : Estimasi sampel 137 per grup kasus dan kontrol. Selama periode Oktober 1996 sampai dengan Januari 1997 dapat direkrut 9 pasang kelompok kasus dan kontrol (usia 19 – 55 tahun) dari pasien yang dikirim ke departemen EMG. Masing-masing pasangan kelompok kasus dan kontrol mewakili satu gejala / tanda yang berhubungan dengan gangguan fungsi muskuloskeletal dan otonom (ada 9 gejala / tanda). Dilakukan “matching” untuk usia dan seks masing-masing kelompok berkisar antara 49 – 113.

Pengukuran : Untuk menentukan ada tidaknya hiperirritabilitas saraf, dilakukan pemeriksaan EMG untuk menimbulkan potensial duplet / multiplet dengan tehnik provokatif iskhemik.

Hasil : Odds ratio yang dihasilkan adalah sebagai berikut : Chovstek”s sign 5.76, cold and hiperhidrosis palmaris / akral dingin 4.7, parestesi bilateral simetrik 2.14, nyeri epigastrik dan / atau nyeri dada 2.06, kramp atau spasme karpopedal 2.4, nyeri kepala tegang 1.44, kaku punggung atas / bawah 1.84, nyeri truncus / extremitas atas 1.87, nyeri truncus / extremitas bawah 0.51.

Kesimpulan : 4 gejala / tanda yang terakhir tidak bermakna dan membutuhkan kriteria yang lebih tepat untuk seleksi sampel dengan beberapa pemeriksaan khusus untuk menyingkirkan kausa atau faktor risiko lain.

Kata kunci : Sistema muskuloskeletal, spasmofili, hipereksitabilitas saraf tepi.

Background : Disturbances of musculosceletal system and autonomic nerve functions are frequently encountered in daily practices. One of the suspected cause or risk factor is hyperirritability of the nerve system (spasmophilia). Recognizing this condition as a cause is important regarding the management of those disturbances.

Objective : To determine the degree of association between nerve hyperirritability condition and disturbance of musculosceletal and automatic function.

Design : Case-control study.

Setting : St. Elizabeth hospital, private hospital in Semarang, Middle-Java, Indonesia.

Participants : estimated sample size is 137 for each group of cases and controls. Recruitment of cases and controls from patients (age 19 – 55 years) sent to EMG department between October 1996 to January 1997 resulted in 9 pairs of groups, cases and controls. Each pair of case and control group corresponded to each symptoms or sign (there were nine symptoms or signs). Matching is conducted for age and sex for each pair of sample group was not the same, ranging from 49 to 113.

Measurement : To catgorized cases and controls into positive or negative nerve hyperirritability, ischemic provocative procedure were conducted with EMG apparatus to trigger the appearance of duplet / multiplet potentials.

Results : Summary of odds ratios were as follows : Chovstek”s sign 5.76, cold and clammy hands / feet 4.7, bilateral symmetric paresthesias 2.14, epigastric and / or chest pain 2.06, cramps or carpopedal spasm 2.4, tension headache 1.44, back stiffness 1.84, upper truncus / extremity pain 1.87, lower truncus / extremity pain 0.51.

Conclusion : The last four symptoms / signs were not significant and needed more appropriate criteria to select sample, with special assessments to exclude another cause or risk factor.