Ketersediaan, Keterjangkauan, Penerimaan dan Konsumsi Sumber Vitamin A Alami (Suvital) di Jawa Tengah

Tahun 1998 Volume 33 Nomor 2
Oleh : S. Fatimah – Muis

Melalui berbagai program penanggulangan kekuranga Vitamin A (KVA) yang dilakukan sejak tahun 1960-an, Indonesia telah berhasil menghilangkan xeroftalmia, suatu bentuk KVA terberat pada tahun 1993. Keberhasilan antara lain dengan dilaksanakannya distribusi kapsul vitamin A dosis tinggi kepada balita dan ibu pasca persalinan melalui Puskesmas atau kader-kader kesehatan . Namun KVA yang bersifat sub-klinik masih terdapat pada 50% balita dan ibu hamil dan menyusui dikarenakan asupan dari makanan sehari-hari kurang adekuat.

Di masa mendatang perbaikan status zat gizi mikro penduduk Indonesia termasuk di dalamnya status vitamin A, lebih diarahkan terhadap perubahan perilaku makan sehari-hari  dengan ditingkatkannya konsumsi berbagai bahan makanan sumber mikronutrien tertentu melalui berbagai program antara lain melalui pendekatan “pemasaran sosial”. Unruk melaksanakan program “pemasaran sosial” bahan makanan kaya vitamin A di Jawa Tengah, diperlukan suatu penelitian formatif atau penelitian sosial-budaya yang betujuan untuk menilai ketersediaan, keterjangkauan, penerimaan dan konsumsi sumber vitamin A alami (survival) pada kelompok rawan KVA.

Desain penelitian adalah penelitian eksplanasi dengan pendekatan survei potong melintang menggunakan metoda pengumpulan data kualitatif. Penelitian dilakukan di 15 desa dari 15 kecamatan dalam 14 kabupaten / kodya se-Jawa tengah dengan memperhitungkan keterwakilan berbagai sub-kultur yang ada di Jawa Tengah. Responden penelitian diambil secara “purprosive” yang meliputi para tokoh masyarakat dan ibu hamil-ibu menyusui-ibu balita dari berbagai strata ekonomi.

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa telur dari jenis apapun tersedia, terjangkau dan diterima masyarakat, namun frekuensi konsumsi telur ini masih dapat dan perlu ditingkatkan. Konsumsi suvital sayur sudah baik pada orang dewasa namun masih sangat kurang pada balita, dan konsumsi suvital buahmasih sangat rendah baik pada balita, ibu menyusui, ibu hami, maupun ibu balita.

Rekomendasi yang dihasilkan  dari penelitian formatif ini adalah mempertimbangkan telur sebagai bahan suvital untuk dikampanyekan peningkatan konsumsinya oleh masyarakat.

In 1993, xerophthalmia, as the most severe form of vitamin A deficiency, was declared to have been eradicated in Indonesia through nutrition improvement programs started in the early 1960-ies. This success has been atributed mostly from the distribution of high dose vitamin A capsule to the underfive years old children and post-delivery mothers through Puskesmas and health cadres. however low serum of vitamin A level is still presents in about 50% of the preschool children and pregnant-lactating mothers. In the long run, improvement of the micronutrient status of the community, including vitamin A status, will be directed to behavoiur change to consume more vitamin A rich food. using “a school marketing” approach is thought to be more appropriate and promosing.

To the able to carry out “social marketing” approach to improve certain food consumption, a study on the availability, affordibility, acceptablility and consumption of vitamin a rich-foods in high risk groups was conducted in Central Java. The design of the study was an explamatory research using cross sectional method. Qualitative data were collected from 15 villages in 15 kecamatan within 14 district which has included all sub-culture present in Central Java population. The respondents of the study were chosen purposively consists of community leaders, pregnant-lactating woman and mother of the underfive-years old children from different economic levels.

The study revealed that eggs of different kind are available, affordable and accepted by all segments of the population. However, the frequency of its consumption is still low. Consumption of green-leave vegetables is high in adult but low in children, and the consumption of vitamin A-rich fruits is low in all segments of the population.

It is recommendation of the study to consider eggs in the campaign of increasing vitamin a rich-food consumption.