Peranan Imunitas Seluler Pada Hepatitis B Persisten

Tahun 1998 Volume 33 Nomor 3
Oleh : Harsoyo
Notoatmojo

Telah dilakukan penelitian mengenai status imunologik pada anak HBsAg positif yang berumur 6 – 14 tahun di Kotamadya Semarang. Respon imunitas seluler memegang peranan penting pada hepatitis B akut maupun kronis. Pemeriksaan imunitas seluler berupa tes kulit CMI, menunjukkan positif 56.1% pada hepatitis b persisten dan 43.9% pada non persisten tetapi tidak berbeda bermakna (p>0.05) . Terdapat perbedaan yang bermakna pada sel T4, dan pada jumlah sel T secara umum (p<0.01). Sedangka fungsi spesifik sel T sitolitik pada penelitian ini tidak berbeda bermakna (p>0.05), dan rasio T4/T8 pada hepatitis B persisten dan non persisten. HBsAg murni digunakan pada tes fungsi spesifik sel T sitolitik ini, sebaiknya digunakan HBcAg, karena HBcAg sebagai organ sasaran. kesimpulan pada penelitian ini adalah secara umum sel T mempunyai pengaruh kejadian persistensi infeksi VHB, terutama sel T4.

The immunological status of 6 – 14 years old children with HBsAg positive has been studied in Semarang municipality. It is well known that celluler immune response (CMI) has important role on acut and chronic hepatitis B. The result of tis study revealed that CMI was positive on 56.1% of persistent Hepatitis B virus and 43.9% of non persistent Hepatitis B virus. There were significantly different on T4 (p<0.01), and T cell (p<0.05) in persistent and non persistent Hepatitis B virus, but ratio T4/T8 on persistent and non persistent HBV was not significantly different (p>0.05). Specific function of T cytolytic cell in this research was not significantly different (p>0.05). The specific for HBsAg was used for this research, however since the special HBsAg as a target organ, it is better use HBcAg for research. The conclusionis in general T cells have involved in the persistency of HBV infection, especially T4 cells.