Prevalensi, Karakteristik dan Pola Makan Penderita Diabetes Mellitus di Beberapa Daerah Peri-urban Jawa Tengah

Tahun 1998 Volume 33 Nomor 3
Oleh : Siti
Fatimah-Muis

Diabetes mellitus merupakanpanyakit yang ditentukan oleh suseptibilitas genetik da faktor-faktor pola hidup. Sebagai suatu penyakit yang kronik yang tidak dapat disembuhkan, prevalensinya di Indonesia diperkiraka akan meningkat sebagai akibat dari transisi epidemiologi dan transisi kesehatan yang sedang berlangsung . Daerah pinggiran kota sebagai perluasan kota-kota besar, dalam kurun waktu 5 – 10 tahun akan mengalami transisi kesehatan juga, yang antara lain berimplikasi meningkatnya berbagai penyakit yang berhubungan dengan pola hidup, termasuk di dalamnya diabetes mellitus. Sebagai penyakit kronik yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi di kemudian hari, sangatlah perlu untuk mendeteksi penyakit ini sedini mungkin, lebih utamanya pada stadium yang awal. Suatu penelitian yang bertujuan untuk memeriksa prevalensi diabetes mellitus serta karakteristik dan pola makan penderitanya, dilakukan di 9 daerah peri urban Jawa Tengah, yaitu desa-desa yang ada di kecamatan yang terdapat di luar / pinggir kota besar. Desain penelitian adalah survei potong melitang dengan mengambil sampel sebesar 10% dari penduduk berusia 30 tahun ke atas. Sampel diambil secara acak sistematis terstratifikasi berdasar umur. Ditemukan prevalensi diabetes mellitus sebesar 1.82% dari 1959 sampel penelitian dengan rerata kadar gula darah sewaktunya 392 mg/dl (SB = 127.8 mg/dl). Hanya 20% penderita diabetes mellitus yang mengetahui dirinya menderita penyakit ini. Indeks Masa Tubuh (IMT) penderita berkorelasi negatif dengan kadar gula darah sewaktu. Pola makan kualitatif penderita tidak menunjukkan konsumsi sumber hidrat arang kompleks ataupun murni yang berlebihan. Disarankan dilakukan penelitian yang lebih komprhensif untukdapat mencari berbagai faktor risiko dan menilai serta membandingkan parameter laboratorik penderita diabetes dengan non-diabetes. Penelitian sejenis ini seyogyanya melibatkan secara penuh tim medik dan laboratorik Puskesmas. Selanjutnya Puskesmas perlu menyusun materi penyuluhan mengenai DM bagi masyarakat yang dilayaninya.

Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease which is determined by genetic susceptibility and life style. As a chronic and uncurable disease, its prevalence in Indonesia is predicted to be increasing in the future, as a result of the epidemiological and health transition which are now happening. Its very important to diagnose this disease in its early stage, to prevent its complications which will influence the quality of life. Peri-urban areas as the expansion of big cities, in 5 – 10 years to come will also experience the increase prevalence of this metabolic disease as the result of the changing of the lifestyle of its population. A study to find the prevalence of diabetes mellitus and describe the characteristics and food pattern of the diabetics was carried out in 9 villages located in Kecamatan outside big-towns in Central Java Province. The design of the study was a cross sectional survey taking 10% samples from the population aged 30 years and above. The samples were drawn using systematic random sampling, after being stratified by age groups. A prevalence of 1.82% was found from 1659 samples (which were supposed to be 2000 samples), with the mean at-random blood sugar as high as 392 mg/dl (SD = 127.84 mg/dl). Only 20% of the diabetics knew that they have the disease. There was a significant negative correlation between body mass index (BMI) and the at-random blood glucose level. From the semi-qualitative food intake, there was no sign of high carbohydrate intake either the refined nor the complex carbohydrates. A more comprehensive study should be carried out in order to identify risk factors and to compare laboratory parameters the diabetics. The medical and laboratory staff of the Puskesmas should be involved in such study. Furthermore, Puskesmas has to design a health education on diabetes mellitus for the population.