Metilasi Eugenol dalam Pemanfaatan dan Pengembangan TUmbuhan Cengkeh (Eugenia Carryophyllata, Thunb) sebagai Senyawa Feromon

Tahun 1998 Volume 33 Nomor 4
Oleh : Enny Fachriyah, Gunardi, Damin Sumardjo, Khaiul
Anam, Widodo

Pengendalian serangga sebagai vector penyakit menular maupun sebagai hama tanaman selama ini masih mengandalkan aanya insektisida kimia. Hal ini disebabkan karena kerjanya yang lebih cepat. Namun di sisi lain perlu dipertimbangkan adanya ketergantungan dan resistensi serangga terhadap insektisida kimia tersebut, serta ikut terbunuhnya organisme lain yang bukan sasaran . Maksu penelitian ini adalah mensintesa senyawa metal eugenol sebagai senyawa feromon dalam pengendalian serangga secara ekokimia. Penelitian dilakukan dengan distilasi fraksinasi eugenol dari hasil isolasi minyak atsiri bunga cengkeh yang selanjutnya dilakukan metilasi menurut reaksi SN2. Hasil penelitian yang diperoleh dengan pemeriksaan indeks bias, titik didih, analisa kromatografi gas, spektroskopi infra merah, spektroskopi resonansi magnetic inti serta spektroskopi massa, menunjukkan senyawa yang dihasilkan adalah metal eugenol.

Uptill now insect controlling to a vector of contigious disease or to pest on plants is still using chemical insecticides, due to their fast activities. In the other hand, it I important to consider the dependency and the insect resistence to chemical insecticides and the killing of another target organism. This research was aimed to synthesis methyl eugenol as sex pheromon in insect controlling ecochemically. Eugenol fractionation was isolated from Clove flower volatile oils isolation product and then mutilated according to SN2 reaction. By using refractive index, boiling point, gas chromatography, infra red spectroscopy, spectroscopy nuclear magnetic resonance spectroscopy and mass spectrometric analysis, the result of the product was methyl eugenol.