Dampak Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT – AS) Terhadap Status Gizi dan Prestasi Belajar pada Murid SD Di Kotamadya/Kabupaten Semarang.

Tahun 2005 Volume 40 Nomor 1
Oleh : Apoina Kartini, Suyatno, Laksmi Widajanti, M.Zen Rahfiludin

Latar Belakang :  Tujuan dilaksanaknnya Program Makanan Tambahan Anak sekolah ( PMT – AS) adalah untuk meningkatkan status gizi dan status kesehatan siswa sekolah dasar di desa yang tertinggalmelalui stimuli pemberian makanan tambahan . Anak sekolah dasar di desa tertinggal biasanya tidak makan pagi sebelum berangkat sekolah.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak PMT-AS terhadap status gizi dan prestasi belajar anak sekolah dasar

Metode :
Penelitian ini  bersifat analitik dengan menggunakan rancangan ‘pretest postess control group design’ Penelitian dilakukan di 8 SD di Kotamadya /Kabupaten Semarang yang terbagi menjadi 4 SD penerima PMT-AS dan  4 SD tidak menerima PMT-AS dalam kurun waktu tiga bulan . Sampel adalah semua siswa kelas 1 sampai kelas 6.Jumlah siswa dari SD PMT-AS sebanyak 336 orang dan dari SD  Non –PMT –AS sebanyak 332 orang

Hasil :
Rerata perubahan status gizi (BB/U) dan prestasi belajar SD PMT-AS lebih tinggi dibanding SD non PMT-AS (p,<0,01;  p2 <0,05)
Simpulan : PMT-AS mempunyai dampak positif terhadap status gizi dan prestasi belajar (M Med Indones 2005; 40;6 – 11 )

The Effect of Scholl Fedding Program on the Nutritional Status an Academic of Scholl Children in Semarang

Background : the objective of scholl feeding program is to improve the health and nutritional status on primary scholl chilldren especially in remote villages throught school feeding stimulation . Most of scholl children especially in remote villages do not breakfast before going to scholl. the objective of this study was to find out the impact of scholl feedind program on nutritionl status and schol  performance of primary scholl children

Method :
The study was an analytical study with pretest-postest control group design , covering 8 primary scholl in Semarang Municipality /kabupaten which then devided into 4 primary schol with feeding progrM nd 4 schols without feeding program for a period of three months. Samples were 659 children in the first until sixth grade. Three hundred and thirty six children (336 children) were from scholl with feding program and 323 children from scholls without feeding program .

Result : Mean of WAZ delta and scholl performance delta of scholl children with feeding program were significantly higher than those without feeding program (p,<0,01;  p2 <0,05)

Conclusion :
Scholl feeding program had positive impact on nutritional status and scholl performance of children
(M Med Indones 2005; 40;6 – 11 )