Pengaruh Ekstrak Bawang Putih (Allum Sativum) Terhadap Daya tahan Mencit Balb/c Yang Diinfeksi Listeria Monocytogenesis

Tahun 2005 Volume 40 Nomor 1
Oleh : Endang Sawitri

Latar belakang :  Ailum sativum (bawang putih) merupakan tanaman tradisional yang sering dipakai dalam mengobati   penyakit yang ringan di berbagai kelompok masyarakat. Perannya sebagai imunmodular atau imonunostimulan yang sangat penting dalam mengatasi infeksi bakteri intraseluler belum banyak dikenal . Penelitian yang bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian extrac Ailum sativum tehadap daya tahan dilakukan mencit Balb/c yang diinfeksi Listeria Monocytogenesis

Metode : Penelitian ini adalah eksperimental laborik dengan rancangan the post only control group menggunakan mencit Balb/c betina sehat , berumur 8-10 minggu dengan berat badan 20 – 30 gram yang dioeroleh dari laboratorium Bioteknology UGM Yogyakarta.Sebanyak 24 ekor mencit diadaptasikan 1 minggu lalu dibagi secara acak , memjadi 4th kelompok ; kelompok K= kelompok kontrol tanpa perlakuan ; P1 diberi ekstrak A sativum 1 mg/hari peroral selama 14 hari .P2= diberi ekstrak A. Sativum 2 mg/hari peroral selama 14 hari ; P3= diberi eksterak A. Sativum 4 mg/hari peroral selama 14 hari . Semua mencit diinfeksi dengan L . Monocotygenese 2.5 × 105  secaraa intravena pada hari ke -9 dan dibunuh pada hari ke -14 untuk pemeriksaan kemampuan fagostik makrofag dan jumlah koloni kuman.

Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak A. Sativum dosis 1mg, 2m, 4mg perhari dapat meningkatkan indeks fagostik makrofag secaa
bermakna (p=0,002) dimana kemampuan tertinggi terdapat pada kelompok P3
. Hitung kuman kultur organ hepar juga menurun secara bermakna pada kelompok P2 (2 mg/hari) dengan p= 0,004 dan P3 (4 mg/hari ) dengan p=0,002

Simpulan: Pemberian ekstrak A.sativum dosis 1 mg , 2mg , 4 mg perhari dapat meningkatkan daya tahan mencit Balb/c yang diinfeksi L. monocytgenesis dinilai dari indeks fagostik makrofag dan hitung kuman kultur organ hepar (M.Med Indones 2005 : 40:45 – 51)

The effect of garlic (Ailum sativum) to the immunologic Endurance of Balb/c Mice Infected by Listeric monocytogenesis

Background : garlic (Ailum sativum)  . a traditional herbal medicine commonly used for the treatment of mild infection in many countries . Despite its immunostimulatory properties to combat intracelluler bacterial infection , the efficacy of garlic for the treatment of L. monocytogenesis infection has not been studied. the study aimed to evaluate the efect of garlic extract on the immunity againts L . monocytogenesis infection Balb/c mice.

Methods :
The design of the study was the post test only controul group using 8 day – 10 weeks old female Balb/c mice Twenty four were devided into 4 group : (K =kontrol , P1, P2, and P3 ) garlic  extract with the dose of 1 mg , 2mg and 4 mg per day were adsministered orraly to P1,P2 and P3 group respectively for 14 days . On the 9th day , all mice of each group were intravenously injected with 2.5 × 105   CFU of L . Monocotygenese and sacrified on the day 14th for the measurement of phatogytic activity of macrophage and bacterial growth in the liver

Result : All dose variations of  grlic extract signifiancantly increased the phagocytic activity of mqcrophqge assessed by phagocytic index (p=0,002). Significant decrease of abcterial count the liver were found P2 (2 mg/day of garlic ) (p=p=0,004) and P3 (4 mg/day of garlic  ) (p=0,002)

Conclusion : garlic extract of 1 mg , 2mg , 4 mg day significantly increased the immunity of Balb/C mice againts L> monocytogenees (M.Med Indones 2005 : 40:45 – 51)