Sirosis Hepatis pada Infan (Konferensi Klinik Patologik pada 1 Kasus)

Tahun 2001 Volume 36 Nomor 1
Oleh : NI. Rofiq Anwar, Padmi Tn Hartini, Kasno

Dilaporkan sebuah kasus sirosis hepatis pada infan yang ditemukan secara kebetulan pada otopsi klinik. Kasus ini masih sangat jarang dilaporkan. Seorang bayi laki-laki dilahirkan spontan oleh seorang ibu berusia 23 tahun di RS Dr. Kariadi, dengan kehamilan aterm dan berat badan lahir 2.900 g . Dua hari setelah melahirkan, ibunya meninggalkan rumah sakit sehingga bayi menjadi rawatan rumah sakit dan tidak minum ASI. Pada usia 5 hari, bayi mendenita enteritis dengan dehidrasi moderat, anemia, ikterus, dan simtom infeksi neonatorum. Enteritis dapat dikendalikan setelah ditemukan amuba pada feses dan kemudian diberikan terapi adekwat. Anemia tak jelas penyebabnya dan diatasi dengan beberapa kali transfusi telapi kadar Hb kembali memburuk setelah transfusi dilepas. Di sisi lain infeksi tidak dapat diatasi, kondisi bertambah buruk dan pada usia 14 hari ditegakkan diagnosis bronkopnemonia. Kondisi ini makin memburuk lagi sehingga pada usia ke-17 terjadi sepsis yang kemudian berakhir dengan kematian pada usia 29 hari setelah terjadi gagal nafas dan syok. Diagnosis patologi anatomi setelah dilakukan otopsi adalah bronkopneumonia, edema serebri dan hematoma subdural dan epidural, dan sirosis hepatis. Diagnosis sirosis hepatis dan trauma kapitis tidak ditemukan selama perawatan penderita.

A case of infant cirrhosis documented coincidentally from clinical autopsy has been reported. The infant was the first son of 23 years old mother, aterm gravidity, and born in Dr. Kariadi Hospital through spontaneous delivery. Borne weight was 2.900g. His mother left hospital two days after delivery, thus he got no more suckling from his mother. Beginning the 5" day of his life, he was suffering from enteritis and mild dehydration, simptom of infection, anaemia and icterus. The enreritis was ceased slowly after . and then treated for amoebiasis. The cause of anaemia still unknown and the decrease level of Hb cannot be covered by regular blood transfusion. On the other aspect, the neonatal infection got worst and bronchopneumonia was diagnosed at the 14 day of his life. At the 17 day of life, the condition was so bad and the diagnosis of sepsis was erected, and finally dead after respiratory failure. The pathological anatomy diagnosis after autopsy were bronchopneumonia, cerebral edema and subdural and epidural haematoma, and cirrhosis hepatis. The diagnosis of infant cirrhosis and trauma capitis was missed during the care of patient.