IFNγ Increased IL-6 Production in Primary Schwann Cells

Tahun 2001 Volume 36 Nomor 2
Oleh : Retno Murwani

Latar Belakang: Sel-sel pembentuk myelin pada sistem saraf tepi yang dikenal sebagai Schwann cell, telah dibuktikan mengekspresikan mRNA untuk sitokin interleukin-6 (IL-6,) setelah mengalarni stimulasi oleh interfèron-gama (IFNγ ) Ekspresi mRNA tersebut diuji lebih lanjut dalam penelitian ini, untuk mengetahui apakah ekspresi tersebut diterjemahkan menjadi produk berupa protein yang secara fungsional aktif

Metode:
Kultur Schwann cell murni yang diperoleh dan syaraf tepi tikus Lewis yang baru lahir distimulir dengan IFNγ dan supernatannya diambil untuk penenruan kuantitas IL-6 menggunakan bioassay yang sangat sensitif

Hasil :
1L-6 dilepas oleh kultur primer Schwann cell tanpa stimulasi l sebesar 17,47 ± 4,53 pg/ml (n dan pelepasan 1L-6 tersebut meningkat secara nyata menjadi 58,81 ± 13,68 pg/mI n=4) (p≤1.2 x 10 –6 ) setelah stimulasi dengan IFNγ

Kesimpulan :
Peningkatan yang cukup nyata ini dibahas dalam hubungannya dengan proses pemulihan pada sistem syaraf tepi setelah terjadi inflamasi.

Background: Schwann cells, the myelin forming cells of peripheral nervous system (PNS) has been shown to express mRNA for 1L-6 following IFNγ stimulation . This expression is tested further in this study for its translation into protein product and its functional activity.
 
Method: Pure primary Schwann cells prepared from neonatal Lewis rat were stimulated with IFNγ and the supernatant was collected for determination of 1L-6 using 1L-6 sensitive bioassay.
 
Result: The JL-6 released by primary Schwann cells without IFNγ stimulation was 17.47 ± 4.53 pg/mI (n=4) and increased significantly to 58.81 ± 13.68 pg/ml (n=4) (p≤1.2 x 10 –6 folowing IFNγ stimulation.
 
conclusion: This significant increase is discussed in relation to recovery process of PNS. IFNγ stimulation can increase IL-6 release more than three folds in primary Schwann cells. Such an increase may serve as a protective response to inflammation or injury and may contribute to the subsequent repair process.